RSS

Kasih Sayang yang tak Pernah Usai

06 Sep

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua  ibu bapakmu; hanya kepada-Ku engkau akan kembali (Q.S. 31:14-15)

Seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:

“Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak aku hormati dengan baik?”

Beliau bersabda : “ibumu”, laki-laki itu bertanya lagi : “kemudian siapa?”,  Beliau menjawab  “ibumu”, laki-laki itu kembali bertanya: “kemudian siapa?”, Beliau menjawab “ibumu”, laki-laki itu bertanya kembali: “kemudian siapa?”, Beliau menjawab “ayahmu”.

Ibu…, tiga kali engkau disebut Rasulullah sebagai orang yang patut dihormati oleh anak-anaknya., Sungguh begitu terhormat posisi mu ibu.

Sebanyak apapun aku menulis tentang dirimu, aku yakin belum juga cukup mampu untuk menguraikan kasih sayangmu padaku.  Sembilan bulan aku berada di dalam rahimmu dan tak pernah sedikitpun engkau mengeluh . Dengan kesabaran engkau menjagaku padahal seringkali tangisku menggangu istirahatmu  dan membangunkan tidurmu ibu.  Doa-doa selalu  terlantun  untukku dari lisanmu di setiap sholatmu  (do’amu memberikan keberkahan dan kesuksesan),  melindungiku ketika aku kedinginan dan memelukku saat aku ketakutan. Inilah arti kasih sayang dalam wujud yang seutuh dan sebenarnya.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah!” – Jangan pula engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku! Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku semenjak kecil.” (Q.S. 17:23-24)

Hampir 2 tahun sudah dirimu lemah bahkan untuk berjalanpun dirimu membutuhkan sebuah tongkat guna membantu kakimu untuk menopang tubuhmu yang lemah itu ibu, begitupun dengan mandi dan makan yang tidak bisa kamu lakukan sendiri padahal dulu dirimu yang setiap hari memandikan kami anak-anakmu ini ibu, menyiapkan makanan serta menyuapi kami… Ibu maafkan lah anak-anakmu ini yang belum bisa memberikan kebahagiaan untukmu ibu. Ntah apa yang harus kami lakukan untuk membalas semua ketulusanmu itu ibu… wlopun kami tahu kami tidak bisa membalas semua kebaikanmu itu karena kutahu kebaikanmu tidak bisa diukur oleh apapun. Semoga Allah selalu memberikan kesabaran kepada kami anak-anakmu ibu, sehingga kami bisa merawatmu dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

Pertama kali penyakit itu menghampirimu saat aku berada jauh darimu ibu, sehingga semua kesedihanku aku tuang dalam Untukmu Ibu yang aku posting  tepat dibulan Ramadhan sama seperti saat ini.

“ Ya Allah… dibulan yang suci ini aku serahkan diriku kepada-Mu, ku haturkan segala puji dan syukur atas segala nikmat yang  telah Engkau limpahkan kepadaku  jangan jadikan aku umat yang lupa akan seluruh nikmat-Mu.

Ya Allah… aku mohon kepadamu ampunilah dosa-dosa ibuku dan dosa-dosaku yang mungkin telah membuat hatinya kesal dan sedih.

Ya Ghaffar, ya Rahim.. Engkau telah meletakkanku dalam rahim ibu, Engkau amanahi ibuku agar senantiasa memberikan lindungan dan kasih sayang, Engkau percayakan aku pada bimbingannya, Engkau hangatkan tubuhku dengan dekapan cinta ibu, Engkau besarkan badanku dengan aliran air susu ibu…

Ya Allah, Ya Jabbar, Ya Ghaffar anugerahkan ibuku ke’arifan untuk mendidikanku dalam kesalehan, bisikkan kepadanya hidayah dan taufik-Mu agar ibuku senantiasa menjadi suri tauladan bagiku, limpahkan kepadanya perlindungan-Mu.


Ya Rabb  berilah aku peluang untuk mendekap tubuh mereka  dengan sentuhan kasih sayang,   Berilah aku kesempatan untuk selalu dekat dengan-Mu  dan menyampaikan do’aku kepada-Mu  untuk keselamatan  kesejahteraan  dan kebahagiaan ibuku,   Bangunkan aku di tengah malam  untuk memanggil
lirih Nama-Mu,  izinkan aku membasahi tempat sujudku  dengan air mata taubat dan penyesalan akan khilaf.

Ya Allah.. panggil Ibuku dalam keadaan husnul khotimah dan Gabungkanlah dia  bersama orang-orang yang bertakwa kepada-Mu   yang mencintai Nabi-Mu.

Ya Allah  terimalah do’a dan permohonanku “ Amin….


Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Ibu terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai.

 
7 Comments

Posted by on September 6, 2010 in Curhat, Love, Motivasi

 

Tags: , , , ,

7 responses to “Kasih Sayang yang tak Pernah Usai

  1. ghani arasyid

    September 7, 2010 at 11:38 pm

    Subhanallah, Ibu adalah pendengar setia curahan segala masalah saya🙂

     
  2. Asop

    September 8, 2010 at 4:48 am

    😥

     
  3. MueL

    September 12, 2010 at 9:37 pm

    aku tak bisa lagi berkata-kata…
    wahai kakak-ku do’a mu sungguh ikhlas

     
  4. agustri

    October 5, 2010 at 1:05 pm

    nice…:)

     
  5. barliano atmaja

    February 9, 2011 at 1:31 pm

    Antara Ibuku, Aku dan dia (yang terlahir dari rahim yang sama)
    Segala puji bagi ALLOH yang memiliki kekuasaan tanpa batas, maha suci Engkau ya ALLOH Tuhan semesta alam serta salam dan shalawat tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW semoga limapahan dan kasih sayang atas Mu juga kami sebagai umatu Mu di akhir jaman.
    Ibu….jiwa dan perasaan ku teriris bila melihat dan mendengar tentangmu tapi hanya do’a yang bisa kupanjatkan kepada Mu ya ALLOH semoga beliau senantiasa mendapatkan keberkahan serta ridho MU di dunia dan akhirat.
    ……pasangan muda yang tidak tahu atau menyadari bahwa dirinya sedang mengandung buah hatinya…oooh begitu polosnya jiwa yang bersih….waktu demi waktu di lalui maka lahirlah apa yang sesungguhnya mereka tunggu, dengan air mata berlinang walau terlahir secara prematur, demi ALLOH yang menguasai setiap jiwa manusia.
    ooooh tangisan tak terdengar walau jarak yang dekat…hhmmmm tak di inkubator cukup dengan dua botol air panas sebagai penghangat, supaya perutnya terisi karena kempis seakan rapat antara dinding perut dengan tulang belakang maka di berilah pisang yang di lembutkan dengan begitu lahapnya, walaupun belum waktunya untuk bisa mengkonsumsinya sungguh itu kepanikan bercampur kebahagiaan……mandipun dengan minyak kelapa asli yang mengundang semut semut kecil aaaaw gigitan begitu banyak di tubuhnya dengan telaten ibu yang polos memberikan kasing sayangnya memisahkan satu per satu dari gigitannya…..
    to be continued….

     
  6. Baju Wanita

    August 8, 2011 at 11:45 am

    mari kita saling mendoakan, ibu juga sedang sakit nih. hmm, maf jdi kut curhat.. :’|

     
  7. Jefry

    May 22, 2012 at 8:04 pm

    Semoga doa kita untuk orang tua kita menadapat ijabah dari Allah SWT

    Vae
    Amin…🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: