RSS

Hidup bukan VCD PLAYER

21 Oct

            Hari ini aku mendapat e-mail lagi dari seorang teman, namun kali ini isinya berbeda, sangat menyentuh sekali sampe2 akupun menyempatkan diri untuk langsung mempostingnya disini pas jam istirahat kantor… :D   …, Mungkin diantara kalian ada yang pernah membacanya atau mendapat e-mail yang sama seperti ku. Wlo demikian aku tetap ingin mempostingnya disini karena ini merupakan renungan untuk kita semua….

Cerita ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika.

              Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai  hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut,tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri. 

Renungkan cerita ini adalah:

Berpikirlah dahulu sebelum kita kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kita cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki. Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya..

waktu tidak dapat kembali….
Hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di backward dan Forward…..
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja….
Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak…….
Yang menjadi sebuah inti hidup adalah “HATI”, hati yang dihiasi belas kasih dan cinta
kasih….

CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya.

Tersentuhkah hati anda?
Kalau YA, artinya
kita
masih mempunyai HATI.
Pengalaman orang lain dapat menjadi hikmah bagi kita, dan jangan sampai kesalahan orang lain kita ulangi juga.

Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat untuk kita semua (amin)…

 
27 Comments

Posted by on October 21, 2008 in Islami, Motivasi

 

Tags:

27 responses to “Hidup bukan VCD PLAYER

  1. wahyukresna

    October 21, 2008 at 12:38 pm

    amin., *ngangguk2…

    —-***—-

    V@e…
    Makasih sudah mampir….🙂

     
  2. mikekono

    October 21, 2008 at 2:50 pm

    sebuah cerita yg patut direnungkan !
    kita memang kerapkali emosional
    dan terlalu buru2 mengambil kesimpulan
    akhirnya…..penyesalan sll
    datang terlambat….

    —-***—-

    V@e…
    Iya bang, menyesal itu selalu yang terakhir😦 …

     
  3. FaNZ

    October 21, 2008 at 5:11 pm

    iyah mbak..

    —-***—-

    V@e…
    …🙂 …

     
  4. Andri

    October 21, 2008 at 6:56 pm

    aw aw aw… berat postinganya..

    bener” bikin aku terenyuh..😦
    pertanyaan dari sang anak membuat orang yang denger bisa klimpungan ngga bisa bekata apa-apa..😦

    —-***—-

    V@e…
    Iya, sebuah perenungan yang bisa membuat kita mengerti akan banyak hal….

     
  5. l5155st™

    October 21, 2008 at 10:53 pm

    gitu ya mbak…Iya didit ngerti sekarang.

    —-***—-

    V@e…
    …🙂 …

     
  6. kodokijo

    October 22, 2008 at 1:16 pm

    cerita yang bagus sekali buat bahan renungan. memang terkadang kita suka emosi yg amat sangat. tapi memaafkan jauh lebih baik daripada melampiakan kemarahan. smoga kita termasuk golongan orang-orang yang sabar.

    -setiaji-
    http://www.kodokijo.net

    —-***—-

    V@e…
    Amin…., Makasih sudah mampir🙂

     
  7. puan malaya

    October 22, 2008 at 1:43 pm

    bagus juga.. nice posting

    —-***—-

    V@e…
    Makasih…🙂

     
  8. rismaka

    October 22, 2008 at 6:42 pm

    Jadi teringat nasihat Al Ust. Umar Assewed ttg hikmah dlm berdakwah, dimana ada seorang ayah yg menyesal telah menghukum anaknya yg berakibat kdua tangan si anak hrs diamputasi.

    Patut jd renungan pula, bahwa “ucapan” kita thdp saudara kita juga tdk bisa diputar ulang bak vcd player. Maka berhati2lah dalam berucap.

    Postingan yg bagus mbak vae.. Tetap berkreasi ya…

    —-***—-

    V@e…
    Makasih….🙂

     
  9. ma2nn-smile

    October 22, 2008 at 8:39 pm

    fast reading…
    amin…amin…….
    keep smile aja deh….

    —-***—-

    V@e…
    🙂 , Makasih sudah mampir

     
  10. achoey

    October 23, 2008 at 9:34 am

    cerita yg indah
    cerita yg sarat hikmah🙂

    —-***—-

    V@e…
    … 🙂 …

     
  11. ikrarestart

    October 23, 2008 at 10:46 am

    menyesal datangnya belakangan
    kalau datangnya duluan adalah kesadaran bukan penyesalan
    harus hati2 dengan kemarahan dan segala tingkah laku kita ya

    setujuuu banget mbak.
    jangan sampai diperbudak nafsu dan kemarahan
    dan yang terakhir
    jangan terlalu galak sama anak
    nanti kalau anaknya dendam atau jadi rusak gak bisa di rewwind lagi he2x🙂

    —-***—-

    V@e…
    Iya, 🙂

     
  12. ikrarestart

    October 23, 2008 at 10:56 am

    disebarkan ya ok

    —-***—-

    V@e…
    Ya…. 🙂

     
  13. ichanx

    October 23, 2008 at 8:50 pm

    speechles….

     
  14. ummurifqi

    October 24, 2008 at 9:57 am

    Patut jadi renungan…

    semoga kita bisa mengambil hikmahnya…

    —- *** —-

    V@e…
    Iya Ummi, (amin…) 🙂

     
  15. abuhuwaidah

    October 24, 2008 at 3:28 pm

    jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya..
    —–
    hmmm…. merenung

    —- *** —-

    V@e…
    Iya, Ini renungan buat kita… agar kita jangan buang2 waktu untuk menghakimi orang namun sebaiknya kita tebarkan kasih sayang…🙂

     
  16. arwansp

    October 24, 2008 at 5:38 pm

    aamiin…

    —- *** —-

    V@e…
    … 🙂 …

     
  17. icalmahdi

    October 24, 2008 at 10:52 pm

    Klo cuma tombol Play dan Stop aja.. berarti apaan ya..??
    (hehe.. becanda..!!)..🙂

    Sip.., ceritanya cukup bagus. Klo gak salah ada nih di buku “Setengah Isi Setengah Kosong” by Parlindungan Marpaung..

    —- *** —-

    V@e…
    Play dan Stop.., mmm… apa yah??

     
  18. Ghani Arasyid

    October 24, 2008 at 11:28 pm

    Iya, bukan sebuah DVD player (yang agak canggih dikit)😛
    Tapi di akhirat kelak, semua perbuatan kita diputar lagi…

    —- *** —-

    V@e…
    Iya…, Semuanya akan diputar kembali

     
  19. d3n5

    October 25, 2008 at 2:00 am

    kalo lagi emosi kadang kita sering lupa daratan ( emangnya ikan), sering tidak bisa mengotrol diri akibatnya yah seperti itu, yang paling sulit bagiku bagaimana memelihara hati biar bisa menjadi rem dari amarah yang sedang terjadi

    —- *** —-

    V@e…
    iya…, kita harus bisa mengendalikan diri khususnya hawa nafsu…

     
  20. Prasetyo Muchlas

    October 27, 2008 at 8:40 pm

    Ya.. kita belajar jadi orang yang sabar..

    —-***—-

    V@e…
    Iya…🙂

     
  21. bayu200687

    October 28, 2008 at 7:44 am

    mantabz bangetz bro!
    makasih
    kisah yang penuh hikmah

    —-***—-

    V@e…
    Iya sama-sama….🙂

     
  22. nh18

    October 29, 2008 at 3:53 pm

    Ya …
    Aku pernah membaca yang sejenis …
    Dan yes … indeed tidak ada rewind di Hidup ini …
    Dan tidak ada Fast Forward pula …
    Tidak seperti VCD player …

    Hai Va …
    Apa kabar .. ??
    Sehat kan ?

    Salam saya

     
  23. vaepink

    October 30, 2008 at 9:53 am

    Iya pak…😀

    AlhamduliLlah baik…, makasih pak…🙂

     
  24. gasgus

    October 30, 2008 at 12:29 pm

    Kebanyakan manusia, termasuk saya seringkali tak sadar kalau dalam mengambil suatu keputusan atau tindakan justru lebih banyak dipengaruhi emosi ketimbang akal. Hingga yang saya terima akhirnya hanyalah penyesalan.

    Saya sering mendengar bahkan menyaksikan orang-orang yang sukses dalam kehidupan bukan karena dia pintar secara intelektual, tapi karena dia pintar mengendalikan emosinya dengan terus menerus melatih kesabaran…

     
  25. vaepink

    October 30, 2008 at 5:59 pm

    Iya mas gus …., akhirnya kita cuma bisa menyesali apa yang telah terjadi 😦 , Mudah2an kita bisa belajar untuk bersabar…🙂 (Amin….)

     
  26. annosmile

    December 11, 2008 at 6:38 pm

    sekarang era dvd player😀
    he3x..
    banyak hikmahnya yang dapat dipetik

     
  27. vaepink

    December 12, 2008 at 12:15 pm

    Tapi sama aja kan mau DVD atau VCD hidup tetap tak bisa diputar kembali… 😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: