RSS

Mencari Kebenaran

18 Oct

Boleh kah kita mengganggap diri kita orang yang paling benar sehingga menganggap orang yang tidak sependapat dengan kita orang yang salah?? Jika tidak, lalu siapakah yang memiliki kebenaran hakiki itu??….

            Lihatlah sekarang begitu banyak orang yang menganggap dirinyalah yang paling benar dan menunjuk orang lain sebagai kambing hitamnya….,  Hal yang sama juga terjadi dikantor ketika kita berselisih dengan rekan kerja kita, atasan atau bawahan kita. Adapun yang mengatasnamakan  kitab suci untuk melakukan penyerangan dan perusakan terhadap orang-orang yang menyembah Allah juga karena beberapa perbedaan penafsiran diantara mereka.

            Jika seseorang  telah  merasa diri paling benar, dia akan kehilangan kemampuan untuk mendengar, klopun jika dia mendengar bukan dengan maksud memahami tapi agar bisa menjawab dan mematahkan argumentasi lawan. Kenapa bisa demikian ?? itu dikarenakan mereka sangat takut mendengar bahwa argumentasinya tidak sepenuhnya benar…, Selain itu dia akan berhenti melakukan pencarian karena dia telah merasa cukup.  Dia telah merasa menemukan kebenaran yang final. Padahal dalam hal ini tidak ada yang namanya kebenaran yang final. Kebenaran yang kita pegang sekarang adalah kebenaran yang relatif. Karena kebenaran final hanyalah milik Allah.

            Kita didunia ini adalah perjalanan menuju kearah kebenaran karena kebenaran yang hakiki baru akan kita dapatkan setelah kita meninggal dunia dan menyaksikan pemandangan yang merupakan impian terindah bagi setiap orang yang beriman yaitu bertemu dengan Allah di surga dengan tersenyum…. Begitu indahnya… :) … Jika kita bisa menyadari akan hal itu maka kita akan menjadi orang yang rendah hati dan kitapun akan terbuka dengan pendapat yang berbeda. Ini dikarenakan kita ingin mendapatkan kebenaran yang lebih tinggi…

            Anak-anak adalah para pencari kebenaran. Mereka senantiasa bertanya dengan kata… “Mengapa?” namun beriring dengan bertambahnya usia kita jauh lebih mudah bertanya “Apa?” dan “Bagaimana?”. Padahal pertanyaan tersebut tidak berkaitan dengan pencarian kebenaran yang hakiki. Kelebihan anak-anak dibanding kita adalah anak-anak  menganggap dirinya seperti gelas kosong, sehingga dia sering bertanya dan senang mendengarkan penjelasan orang lain. Sementara kita memiliki ego yang sering menghambat dalam menemukan kebenaran karena kita sering melihat diri kita seperti gelas yang sudah penuh…

 

Terinspirasi dari “Spiritual Leadership – Nebula ESQ” ….🙂

 
17 Comments

Posted by on October 18, 2008 in Islami, Motivasi

 

Tags:

17 responses to “Mencari Kebenaran

  1. achoey

    October 18, 2008 at 3:45 pm

    kita adalah ruang
    yang kan menyerap semua yang bermanfaat
    dan apabila ada hal lain yang tertangkap
    maka organ kita kan membuangnya

    semoga saja kebenaran yang tersisa
    pada jiwa-jiwa yang dahaga🙂

    —-***—-

    V@e…
    Mudah-mudahan….. (amin)🙂

     
  2. mikekono

    October 18, 2008 at 5:56 pm

    kebenaran sering tersisih
    karena orang yg merasa lbh benar
    didukung oleh bnyk orang

    kebenaran sering kalah
    karena tak kuat adu otot
    dengan pihak yang sejatinya salah

    —- *** —-

    V@e…
    Tapi wlo gimanapun kebenaran tetaplah kebenaran, orang mau berdalih apapun tidak akan berpengaruh terhadap kebenaran itu sendiri dan mau ditutupi segimanapun pasti akan terbongkar juga nantinya…, betul kan bang mike ??…

     
  3. arwansp

    October 18, 2008 at 6:00 pm

    kebenaran hakiki hanya milik Ilahi Robbi…

    —- *** —-

    V@e…
    Iya..🙂 cuma MilikNya…

     
  4. gasgus

    October 18, 2008 at 9:33 pm

    Membaca tulisan ini, awak teringat kisah tiga orang buta yang ditanya tentang bagaimana bentuk rupa gajah.

    Orang buta pertama mengatakan gajah itu bentuknya kecil dan panjang seperti tali karena saat itu yang diraba adalah ekor gajah.

    Orang buta kedua mengatakan, gajah itu bentuknya seperti batang pohon yang besar karena yang diraba adalah kaki gajah.

    Dan orang buta ketiga mengatakan, gajah itu bentuknya seperti kipas yang lebar karena yang diraba adalah kuping gajah.

    Lantas manakah yang benar ? Menurut awak jawaban ketiganya benar karena semua yang disebutkan itu ada pada gajah.

    Seperti itu pula kebenaran menurut ukuran manusia, sangat tergantung dari sudut pandang mana dia inginkan kebenaran itu.

    Karenanya, kebenaran absolut hanyalah milik Allahu rabbul’alam. Sedang tugas kita adalah terus berusaha untuk selalu berpegang kepada kebenaran yang absolut itu… Di luar itu no way!

    (alamak, kok jadi sok paten pulak awak….maaf ya, komennya kepanjangan neh..)

    —-***—-

    V@e…
    Enggak papa ko mas gus…
    Jusru commentnya bagus…🙂

     
  5. yudhi14

    October 19, 2008 at 1:02 pm

    kebanyakan orang memang merasa diri nya paliang benar dan paling pintar
    tapi jangan lah sampai kita menjadi manusia yang seperti itu
    kebenaran yang sesungguh nya hanya lah miliok allah
    manusia hanyalah tempat nya khilap dan dosa

    —-***—-

    V@e…
    Mudah-mudahan kita selalu ingat akan hal itu (amin)…🙂

     
  6. Prasetyo Muchlas

    October 19, 2008 at 3:10 pm

    Aku tambahkan ya, begini:
    Kebenaran mutlak datangnya dari Alloh ‘azza wa zalla.
    Jalan memperoleh kebenaran dengan mengikuti Al Qur’an dan Sunnah Nabinya yang terakhir Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa Sallam.
    Cara memahaminya (Al Qur’an wa Hadits) dengan pemahaman Sabbiqunal Awwaluun (orang-orang yang pertama kali masuk Islam ; yaitu para Sahabat radhiyallohu ‘anhum jami’an) karena pada mereka (sahabat) lah pertama kali dibacakan Al Qur’an, sehingga mereka paling faham mengenai tafsir ayat per ayat, dan merekalah yang paling faham sunnah nabi Muhammad Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam.

    —-***—-

    V@e…
    Iya, Makasih….🙂

     
  7. Si DuduL

    October 19, 2008 at 10:01 pm

    carilah kebenaran yang diajarkan oleh-Nya, bukan memilah yang mana yang benar dan mana yang salah…

    karena kita hanya manusia biasa, yang menilai benar yang salah hanya DIA yang maha kuasa…

     
  8. vaepink

    October 19, 2008 at 11:11 pm

    Iya…, kita harus senantiasa mencari kebenaran yang hakiki itu dengan cara berpikir…., karena Islam memandang berpikir itu sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab dengan berpikir, manusia menyadari posisinya sebagai hamba dan memahami fungsinya sebagai khalifatullah di muka bumi ini…

    Al-Qur’an berkali-kali merangsang manusia, khususnya orang beriman, agar banyak berpikir. Karena dengan berpikir, manusia akan mampu mengenal kebenaran (al-haq), yang kemudian untuk diimani dan dipegang teguh dalam kehidupan. Allah berfirman, “Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (Ar-Ra’d: 19).

    Islam memandang kaitan antara keilmuan dengan ketakwaan itu sangat erat. Dalam arti, semakin dalam ilmu seseorang akan semakin takut kepada Allah SWT. Disebutkan di dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah SWT adalah orang-orang yang berilmu dari hamba-Nya.” (Faathir: 28).

    Jadi kita sebagai manusia jangan pernah merasa cukup dengan pengetahuan yang kita miliki sekarang….

    O… ya, makasih yah sudah mampir … 🙂

     
  9. infowira

    October 20, 2008 at 1:23 am

    kebenaran dan kesalahan dunianya hanyalah istilah
    jika kita menemukan suatu hal yang tidak lagi terpengaruh oleh kondisi,ruang dan waktu maka itulah kebenaran yang sunyata…

    ditunggu buat mampir kerumah saya mba vaepink

    dunianyawira.wordpress.com

    —-***—-

    V@e…
    Iya…, Insya Allah nanti saya mampir kesana
    Makasih yah sudah berkenan mampir🙂

     
  10. Andri

    October 20, 2008 at 3:22 am

    kita manusia biasa apa sih yang di tau.. hihihi.. masih banyak ilmu pengetahuan yang sampe sekarang kita ngga bisa dapet..

    kita hidup di dunia ini untuk belajar… jadi setiap apa yang kita doing tiap hari pasti dapet pelajaran baru sadar ngga sadar..

    “mengapa?” sebuah kata tanya yang bagus untuk awal mendapat jawab yang sempurna.. dari kata itu kita bisa tau prosesnya dan juga bagaimana suatu hal bisa jadi sebuah hasil.. ^^
    itu aja sih yang baru Andri tau..😛

    —-***—-

    V@e…
    Kita kan memang sedang mencari tahu, masih banyak yang blom kita ketahui… 🙂

     
  11. ikrar

    October 20, 2008 at 7:22 am

    kebnaran itu apa sih menurut konsep siapa dan sudut pandang siapa “kebenaran” mungkin sesuatu yang subjektif
    aku juga sudah bikin konsep artikel tentang kebenaran tapi masih di rumah dan kebetulan belum sempurna karena sekian banyak pertanyaan tentang kebnaran yang masih (?)

    —-***—-

    V@e…
    Aku tunggu artikelnya yah biar bisa saling melengkapi….
    O..ya, makasih sudah mampir kesini….🙂

     
  12. tuyi

    October 20, 2008 at 10:24 am

    Wah…komentarnya dah benar-benar semua nih….
    maap gw ngga komen takut ngga’ bener…
    kaboorrr…..

    —-***—-

    V@e…
    Disini enggak nyari mana yang bener mana yang salah ko mas…🙂
    Kita sharing seperti judul blognya belajar berbagi….
    tapi enggak apa2 ko enggak comment juga, masih tetap tamu disini…🙂

     
  13. bayu200687

    October 20, 2008 at 11:04 am

    kebenaran…
    apa2 yang aku (Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam) dan sahabatku berada di atasnya…

    —-***—-

    V@e…
    …🙂 …

     
  14. achoey

    October 20, 2008 at 1:49 pm

    dik, tetap mencari kan?🙂

    —-***—-

    V@e…
    Iya kang, aku akan terus dan terus mencari karena aku sangat ingin sekali bertemu dengan-Nya, menatap wajah-Nya yang tersenyum padaku….🙂 (emm… indahnya, yang tak kan terbayangkan oleh siapapun… ) Aminnnn… … 🙂 …🙂 …🙂 …

     
  15. mierz

    October 20, 2008 at 7:30 pm

    “Kita didunia ini adalah perjalanan menuju kearah kebenaran karena kebenaran yang hakiki baru akan kita dapatkan setelah kita meninggal dunia dan menyaksikan pemandangan yang merupakan impian terindah bagi setiap orang yang beriman yaitu bertemu dengan Allah di surga dengan tersenyum…. Begitu indahnya…🙂 ”

    setuju sama yang ini, karen kebenaran di dunia masih bisa di beli😦

    —-***—-

    V@e…
    🙂
    Karena banyak orang yang berambisi untuk menjadi kaya wlopun dengan cara yang tidak halal…
    (Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat seperti itu… amin…)

     
  16. mahfuzhoh

    October 21, 2008 at 9:31 am

    Suhanallah….hikmah besar pada salah satu ciptaan-Nya,
    Anak2 yang dengan keluguan dan keingintahuan yg tinggi membuat Qt mampu ber muhasabbah.

    Makanya mba, ana tuh seneeeeeeeeng bgt ma anak2 !!!🙂

    —-***—-

    V@e…
    🙂 , tetap semangat dan teruslah mencari….

     
  17. rismaka

    October 23, 2008 at 2:15 am

    Jalan kebenaran adalah jalan dimana Aku (rasulullah shallallohu alaihi wa sallam) dan para sahabatku berada di atasnya. [Al Hadits]

    Jadi kebenaran itu bukanlah relatif, namun sesuatu yang multaq. kebenaran itu akan selalu ada hingga akhir zaman. Kewajiban kita adalah mencarinya.

    Sah-sah saja jika banyak orang mengaku yang paling benar, namun konsekwensinya bukti. Jika kebenaran itu relatif, maka kita pun harus mentolerir seseorang yang mencuri dengan alasan keterpaksaan.

    Wallahu a’lam.

    Semangat mbak pink. Saya sangat berharap kita semua mampu menemukan kebenaran tersebut. ^_^

    —-***—-

    V@e…
    Iya Mudah-mudahan (amin…) , Makasih yah🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: