RSS

Jakarta Terpuruk…

16 Aug

         

           Seperti yang dikemukakan oleh Andre Vitchek bahwa Jakarta Perlu Perbaikan, emang bener banget wlopun artikel itu sudah dimuat setahun yang lalu tapi menurutku itu semua masih berlaku sampe sekarang coba kita liat Jakarta, udah enggak karuan khan. Untuk itu aku muat sebagian artikelnya disini biar kita tahu seberapa jauh ibu kota kita itu terpuruk.

         Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat kebudayaan Jakarta, yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 didunia. Terjepit diantara gedung tinggi, terhampar perkampungan dimana bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah. Disaat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk transportasi publik, taman  kota, taman bermain, trotoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secaraBRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN.Kebanyakan penduduk Jakarta belum pernah pergi ke luar negeri, sehingga mereka tidak dapat membandingkan kota Jakarta dengan Kuala Lumpur atau Singapura, Hanoi atau Bangkok . Liputan dan statistic pembanding juga jarang ditampilkan oleh media massa setempat. Meskipun bagi para wisatawan asing Jakarta merupakan NERAKA DUNIA, media massa setempat menggambarkan Jakarta sebagai kota “modern”, “kosmopolitan” , dan “metropolis” . Di Jakarta kita perlu biaya untuk segala sesuatu. Banyak lahan hijau diubah menjadi lapangan golf demi kepentingan orang kaya. Kawasan Monas seluas kurang lebih 1 km persegi bisa jadi merupakan satu-satunya kawasan publik di kota berpenduduk lebih dari 10 juta ini. Meskipun menyandang predikat kota maritim, Jakarta telah terpisah dari laut dengan Ancol menjadi satu-satunya lokasi rekreasi yang sebenarnya hanya berupa pantai kotor. Sepertinya Jakarta tidak punya perencana kota, hanya ada pengembang swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data statistik yang seringkali DIMANIPULIR pemerintah). Kota Jakarta praktis menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik. Sedangkan beberapa dekade yang lalu di Singapura, dan baru-baru ini di Kualalumpur, mereka berhasil menghilangkan total perkampungan kumuh dari wilayah kota, namun Jakarta tidak mampu atau tidak mau memberikan warganya perumahan bersubsidi dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan air ledeng, listrik, sistem pembuangan limbah, taman bermain, trotoar dan sistem transportasi massal. Walaupun Jakarta menjadi salah satu ibukota terburuk di dunia, hidup disana tidaklah murah. Menurut Survey Mercer Human Resource Consulting tahun 2006, Jakarta menduduki peringkat 48 kota termahal di dunia untuk ekspatriat, jauh di atas Berlin (peringkat 72), Melbourne (74) dan Washington DC (83). Nah, kalau untuk ekspatriat saja mahal, apalagi buat penduduk lokal yang pendapatan perkapita DIBAWAH $1000??

Anehnya, orang Jakarta diam seribu bahasa. Mereka pasrah akan kualitas udara yang jelek, terbiasa dengan pemandangan pengemis di perempatan jalan, dengan kampung kumuh di bawah jalan layang dan di pinggir sungai yang kotor dan penuh limbah beracun, dengan kemacetan berjam-jam, dengan banjir dan tikus.Kalau saja ada sedikit harapan, kebenaran pasti akan terucap, dan semakin cepat semakin baik. Hanya diagnosis kejam dan realistis yang bisa mengarah pada obat. Betapapun pahitnya kebenaran, tetap saja lebih baik ketimbang dusta dan penipuan. Jakarta telah tertinggal jauh dibelakang ibukota lain negara tetangga dalam hal estetika, pemukiman, kebudayaan, transportasi, dan kualitas dan higiene makanan. Sekarang Jakarta telah kehilangan kebanggaan dan mesti belajar dari Kualalumpur, Singapura, Brisbane, dan bahkan dalam beberapa hal dari tetangganya yang lebih miskin seperti Port Moresby, Manila, dan Hanoi.

Dapatkah pernyataan ini dibalik? Mampukah Jakarta menemukan kekuatan dan solidaritas untuk mobilisasi sehingga dapat menyaingi Kualalumpur? Mampukah kecukupan mengatasi keserakahan? Dapatkah korupsi diberantas dan diganti dengan kreatifitas? Akankah ukuran vila pribadi mengecil, dan kawasan hijau, perumahan publik, taman bermain, perpustakaan, sekolah dan rumah sakit berkembang pesat?

Coba kita bayangin ni bukan orang indonesia loh yang ngomong tapi orang luar, segitu buruknya jakarta dimata orang asing?? Tapi itu emang kenyataannya kita enggak perlu tersinggung apalagi marah. Dan cuma kita yang tahu jawaban dari itu semua, mulailah perbaiki dari diri kita masing-masing.

Jika kalian ingin baca lengakap mengenai artikel ini kalian bisa baca disini.

 
20 Comments

Posted by on August 16, 2008 in Info Menarik

 

Tags:

20 responses to “Jakarta Terpuruk…

  1. dimas

    August 16, 2008 at 5:59 pm

    sebenarnya semua bisa diperbaiki.. tapi ada satu masalah besar yang selalu menghantui, korupsi! karena korupsi semua proyek pembangunan hancur, seharusnya bis dengan asap hitam tebal tidak boleh beroperasi tapi gara korupsi mereka bisa lalu lalang di jakarta..
    proyek2 sanitasi, pembangunan publik semua di korupsi.. kapan proyek tiu bisa berjalan?
    semua terhalang korupsi..
    hapuskan korupsi

     
  2. vaepink

    August 17, 2008 at 8:16 am

    Kebanyakan orang hanya ingin memperkaya dirinya sendiri tanpa peduli akan orang disekitarnya.
    Mereka tidak peduli bahwa begitu banyak yang dirugikan atas apa yang dilakukannya itu.
    Padahal apa sih yang kita bawa ketika meninggal..??
    Cuma amal ibadah kita kepada Allah, semua kekayaan itu ditinggalkan tidak dibawa satupun tapi kenapa mereka begitu ambisius terhadap kekayaan?? mereka melakukan segala cara termasuk cara yang tidak halal yaitu korupsi.

     
  3. dimas

    August 17, 2008 at 9:20 am

    ya itu menjadi PR buat generasi penerus agar tidak lupa mengajarkan amanah untuk anak2nya..
    banyak orang tua lupa kalau didikan mereka itulah yang membawa dampak masyarakat sekarang

     
  4. chandra61

    August 17, 2008 at 8:36 pm

    jadi…..intinya Indonesia udah merdeka blom?????

     
  5. vaepink

    August 18, 2008 at 1:22 am

    Mungkin dari penjajahan belanda sama jepang sih udah….,
    tapi dari penjajahan para koruptor dan antek2nya blom hehe…😀
    Terutama blom menang memerangi hawa nafsu….

     
  6. achoey sang khilaf

    August 18, 2008 at 10:38 am

    kita memang harus tetap semangat
    perbaiki diri kita tuk perbaikan Indonesia!

    Semangat!

     
  7. vaepink

    August 19, 2008 at 12:41 am

    iya kang, karena semua berawal dari pribadi kita masing-masing, jika pribadi kita sudah lebih baik indonesiapun akan jauh lebih baik lagi…

    Semangat…semangat…semangat 😀

     
  8. tukangobatbersahaja

    August 19, 2008 at 10:34 am

    Semangat 45 untuk terus maju.
    ga cuma jakrta tapi seluruh kabupaten dan kotamadya

     
  9. kakanda

    August 19, 2008 at 11:27 am

    Aduh orang Batam, peduli Jakarta🙂

     
  10. Edi Psw

    August 20, 2008 at 4:19 am

    Memang begitulah Jakarta, di sana sudah sulit ditemui lahan yang berupa kebun atau sawah. Semuanya dibangun gedung-gedung, sehingga sering terjadi banjir karena serapan air melalui tanah kurang.

     
  11. vaepink

    August 20, 2008 at 5:37 am

    @tukangobatbersahaja
    Iya siap bozzz….
    Semangat 45😀

    @kakanda
    hehe….🙂
    abis klo bukan kita siapa lagi pak??

    @Edi
    Bener pak, udah tahu sering banjir tapi sepertinya orang2 tidak peduli sama lingkungan contohnya hal kecil lah orang yang masih buang sampah sembarangan…
    “mereka bilang ni cuma bekas permen” padahal klo semua orang berpikir kayak gini mau jadi apa indonesia??…

     
  12. chatoer

    August 21, 2008 at 3:05 pm

    untung di bandung😛

     
  13. mierz

    August 22, 2008 at 5:42 am

    jakarta, kalo di tipi-tipi kliatannya bagus kok…
    sekarang aku tinggal di sidoarjo, deket2 surabaya, spertnya mirip2 jakarta…

     
  14. Banyu

    August 23, 2008 at 6:38 am

    memang menyedihkan jakarta ini, tapi masalahnya memang sudah ruwet.. penataan kembali tampaknya sudah ga mungkin deh..

    saya jadi inget kemaren orang2 eropa pada ngeluh di Olimpiade, tentang betapa parahnya polusi di Beijing..

    hehehehe… bule2 itu pasti ga gaul, blm pernah ke jakarta

     
  15. vaepink

    August 23, 2008 at 12:56 pm

    @chatoer
    duuhh…., yang tinggal dibandung bangga banget yah, tapi emang lebih enak tinggal dibandung sih dari pada dijakarta hehe…😀
    oo…ya salam yah buat kampus kita, dah lama aku enggak kesana…🙂

    @mierz
    Memang klo diTV disiarinnya yang bagus2 makanya banyak orang yang tertarik untuk datang kejakarta sehingga mengakibatkan kepadatan.

    @Banyu
    Ya…,padahal itu ibu kota loh😦
    Penataan juga klo tanpa kerja sama peduduk jakartanya sih menurutku percuma, coba lah tiap orang berusaha memperbaiki diri jangan sibuk menyalahkan orang lain…🙂 karena seharusnya kita mencari solusi untuk memperbaiki indonesia ini… terutama menghapus korupsi.

     
  16. ichanx

    August 23, 2008 at 5:53 pm

    ke jakarta aku, kan kembaliiiiiiiii…..

     
  17. rendi

    August 24, 2008 at 12:54 pm

    ikutan ya

     
  18. vaepink

    August 26, 2008 at 5:21 am

    ya pasti boleh dong hehe…
    makasih kang…,jauh2 dah berkenan mampir

     
  19. qizinklaziva

    September 17, 2008 at 6:59 am

    apa pun kondisinya… kita harus semangat… *kepal tangan mode on*

     
  20. dody

    December 8, 2008 at 11:48 am

    sesuatu yang baik….berasal dari hal yang baik…apa pun yg terjadi…..kartena manusia telah meninggalkan sejatinya manusia……(harusnya manusia memiliki hati nurani, akal pikiran, serta rasa dan cipta)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: