Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum namun juga segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa termasuk emosi, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ramadhan itulah dimana kita berpuasa selama sebulan penuh dan saat yang indah buat kita untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Hidup. Namun Ramadhan telah pergi meninggalkan kita dan besok kita akan menyambut Idul Fitri namun sedih rasanya hati ini. Apakah kita akan sampai pada Ramadhan berikutnya?? Mudah2an kita ditemukan pada Ramadhan-ramadhan berikutnya, InsyaAllah (Amin)…
Diantara bait kata dan tawa ada khilaf yang tercipta untuk itu dengan kerendahan hati, Mohon Maaf Lahir dan Batin atas hati yang tak terjaga, janji yang terabaikan serta sikap dan perkataan yang menyakitkan…
Taqabbalallaahu minna wa minkum, Minal ‘Aidin wal Faidzin. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H..









Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari. 
