Kau injak aku,
Kau arit aku,
Kau gunting aku,
Kau cabuti aku,
Kau bakar aku,
Begitu sadisnya kamu.
Begitu bencinya kamu pada ku
Hingga kau jadikan aku makanan ternak mu.
Hingga kau jadikan aku pijakan kaki mu
Padahal pada saat kau hendak terperosok di
bukit itu
Kau jadikan aku peganganmu
Kau jadikan aku tempat berebah pada saat
kau memandang langit dengan kesombongannya.
Padahal jika kau berguru padaku, meniru
kesabaranku, dan meniru semangat hidupku, maka kau akan tampil menjadi makhluk
yang tangguh.
Kau mampu berdiri setelah terinjak,
Kau mampu sembuh setelah terluka,
Kau mampu tumbuh setelah terpotong
semangatmu,
Kau mampu hidup dimanapun setelah kau
dicabut dari karirmu
Dan kau mampu menumbuhkan tunas baru
setelah kau terbakar dan hangus
aku ciptakan kegembiraan bagi anak anak
yang bermain di atasku
ku ciptakan kompetisi yang meriah di atasku
ku jadikan hati mu damai karena melihat
hijaunya aku.
Belajarlah- belajarlah padaku.
Karena aku dapat hidup dimanapun
Di kutub, di gunung, di pantai, digurun,
bahkan di pinggiran-pinggiran aspal.
Selama bumi ini menyediakan tanah untuk
hidup, maka disanalah aku ada……
“ Subhanallah…
Mungkin selama ini kita tidak pernah mengira bahwa rumput memberikan pelajaran yang sangat berharga buat kita. Rumput yang selama ini kita injak dan kita acuhkan ternyata begitu luar biasa. Ini bukan hanya sekedar sajak biasa tapi sajak yang penuh dengan makna yang bisa kita jadikan renungan bahwa semua yang ada dibumi ini tidak ada yang sia-sia. Dan selama kita mampu melihat sesuatu dengan positif maka kitapun akan menemukan hikmah dibalik semua itu, InsyaAllah…
Sajak ini aku dapat dari seorang teman, terimakasih…










May 28, 2009 at 3:17 pm
bagus banget mas…
memang kita perlu belajar pada rumpt itu..
kadang kalo kita sudah mentok karirnya (baca: phk) trus frustasi, padahal kan masih banyak jalan, betul gak mas ?
—-***—-
V@e…
loh ko mas, saya kan perempuan hick….
May 29, 2009 at 11:06 am
subhanallah.. saya suka rumpuut.. ^pengen ke padang rumput niy..^
pelajaran yang menakjubkan,mbak..
tapi yang untuk makanan ternak itu, kupikir rumput akan gembira karena telah dimanfaatkan sesuai fungsinya,
salam kenal, mbak
May 29, 2009 at 3:49 pm
hebat sahabat! blue senang u selalu memvariasikan postingan with karyamu itu
salam hangat selalu
sukses ya
May 30, 2009 at 10:45 am
nice,..tidaklah Allah menciptakan sesuatu itu tanpa manfaat
tul gak tul gak ?? hehehe
May 30, 2009 at 9:29 pm
met berakhir pekan ya sahabat
salam hangat selalu
June 1, 2009 at 12:56 pm
rumput..melata bersamanya…aku kira lebih bermakna dari pada terbang dengan satu sayap maupun berjalan dengan satu kaki…
June 1, 2009 at 1:26 pm
Jangan lupa, beras dan gandum yang jadi makanan keseharian dan makanan kesukaan kita berasal dari keluarga rumput juga. tul ga …
June 5, 2009 at 7:47 pm
selamat malam sahabat!
gimana cabarnya?
semoga baik baik saja……semangat ya
salam hangat selalu
June 5, 2009 at 11:54 pm
selalu ada hikmah dari setiap apa yang ada dan apa yang terjadi
jika kita cerdas menyikapinya
apa kabar adikku?
June 7, 2009 at 8:37 am
pagi sahabat!
pa cabar?
met liburan ya
June 9, 2009 at 1:51 pm
koq tidak ada “kau siram aku” ?
padahal itu memberikan kesegaran lho…
salam superhangat
June 10, 2009 at 2:11 am
jadi kangen rumput aceh… *loh?*
June 13, 2009 at 7:54 am
met pagi
met berakhir pekan ya sahabat
salam hangat selalu
June 14, 2009 at 7:26 am
pagi yang cerah semoga bisa membahagiakan hatimu ya,sobat
salam hangat selalu
June 15, 2009 at 7:34 pm
malam
gimana cabarmu?
salam hangat selalu
June 16, 2009 at 1:03 pm
namun rumput tak menjawab ketika ditanya,
hanya bergoyang jawabannya….
June 17, 2009 at 11:46 am
Mbak vaeeee….. buagussss tenan ne sajaknyaa!!!
aku suka banget nich …
wah nggak salah aku punya temen mbak vae
June 17, 2009 at 12:15 pm
he he he yang paling lucu mbak vae dikira laki2
jadinya apa ya klo laki2 …? MAS VAE
hwaha ha ha ha
July 5, 2009 at 2:10 am
bagus sekali ^^