Rumus untuk menjaga persahabatan antara sesama muslim-muslim dengan mengembangkan sikap berbaik sangka (husnudzan). “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (Al-Hujuraat : ayat ke-10) .
Dan bagaimana cara memelihara persaudaraan dan perdamaian, memberikan formula dan bimbingan moral yang sangat aplikatif bagi orang mengaku beriman. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah satu kaum mengolok-olok kamu yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari yang mengolok-olok. Jangan pula sesama perempuan saling mengolok-olok, boleh jadi yang diolok-olok lebih baik dari pada yang mengolok-olok. Jangan pula kalian saling mencela dam memberikan panggilan yang melecehkan. Kalau kalian tidak mau berhenti dan bertobat, maka kalian termasuk orang yang zalim” (Al-Hujuraat : ayat ke-11) .
Ayat diatas begitu jelas kebenarannya oleh akal sehat dan hati yang jernih bagi siapapun yang hendak menciptakan persahabatan yang tulus dan konstruktif. Banyak persahabatan rusak karena sebagian dari kita lebih memilih untuk berbicara sambil menebar racun ketimbang berbagi tutur kata yang baik dan menjaga suasana damai dalam persahabatan.
Secara psikologis orang yang demikian itu tergolong tidak sehat mentalnya, dia tidak rela dan sakit hati jika melihat orang lain melebihi dirinya sehingga selalu saja ingin mencari kekurangannya, bukannya belajar dari kelebihannya. Orang yang senang melihat kekurangan orang lain dan selalu bersangka buruk, dunianya akan menyempit dan suram. Hati dan pikirannya terhijab oleh egonya sehingga sulit belajar dari sukses orang lain. Andaikan koleksi dan endapan emosi serta memorinya diaudit, maka yang tersimpan adalah yang serba negatif. Sudah sepantasnya kita selalu mensyukuri Anugerah Allah berupa nurani dan akal sehat untuk memperbanyak amal saleh dan bersama-sama menciptakan peradaban dan perdamaian.
Orang yang dengki tidak akan memperoleh apa-apa dari keberhasilan orang kecuali hanya sakit hati. Semakin orang lain berprestasi semakin sakit hatinya. Sementara itu, orang yang menjadi sasaran kebencian dan dengki tanpa alasan yang benar, lalu dia bersabar maka dosa-dosanya akan berkurang dan beralih pada orang yang memfitnah.
Baik Ayat-ayat Al-Qur’an maupun analisis psikologi memberikan pelajaran yang lugas bahwa orang yang memilih berpikir positif dan berprasangka baik hidupnya akan lebih sehat dan damai. Sebaliknya, mereka yang selalu melihat dunia dari sisi negatif maka hidupnya akan sesak dan dunia tampak suram…
* ESQ Nebula….










September 21, 2008 at 3:36 am
betul mbak..
orang yang selalu berprasangka buruk pasti hidupnya tidak tenang.. yah manusia banyak hidup di dunia fantasinya sendiri, sehingga dia lupa untuk berfikir buat apa dia hidup kepada siapa dia harus sujud.. sehingga terjadi sesuatu pasti ujung2nya prasangka buruk yang terjadi
September 21, 2008 at 9:04 am
berfikir positif bisa membuat kita menjadi tenang dan damai …
September 21, 2008 at 7:08 pm
mari bersahabat…..
September 22, 2008 at 1:35 am
indahnya jika semua insan mau memahami akan nikmatnya berukhuwah yang merupakan nikmat terbesar ke dua setelah keimanan…
September 22, 2008 at 4:05 am
Memang, terhadap mukmin kita harus berprasangka 99 kebaikan, …
namun akan lebih baik, jika terkomunikasikan.
Ketika Rasul SAW sedang berjalan dengan istrinya, berpapasan dengan seorang sahabat, Rasul SAW merasa perlu mengatakan pada sahabat itu, bahwa disebelahnya adalah istrinya (saya lupa siapa), meski si sahabat mengatakan, saya bprasangka baik, ya RasuluLLah, tetap Rasul berusaha untuk mengkomunikasikannya, supaya tidak terjadi salah paham, krn si-X dan tentaranya pasti akan memunculkan prasangka2
September 22, 2008 at 5:37 am
nice…
berprasangka baik…kadang terlihat begitu mudah…namun hati senantiasa berbolak-balik…bahkan kita merasa kita selalu lebih baik dari orang lain…orang lain tu munafik…sedang kita beriman…padahal…..
ah…betapa indahnya ketika yang engkau katakan adalah qolalloh wa qola rosululloh…
dan betapa indahnya ketika kita jawab, sami’na wa atho’na…
September 22, 2008 at 3:05 pm
sebuah imbauan yg bersifat
sami’na wa atha’na (didengar dan mesti dilaksanakan)
berprasangka baik (husnudz zhan) sdh seharusnya
menjadi tradisi keseharian kita
sy jg selalu berprasangka baik
kpd Vaepink………..
September 22, 2008 at 6:51 pm
[...] Vaepink [...]
September 22, 2008 at 6:54 pm
PR di blog aku ..
September 22, 2008 at 11:43 pm
@ Dimas
Iya…., dan akhirnya membuang waktu percuma hanya untuk memikirkan hal yang tidak penting yaitu berprasangka…
@ Muda Bentara
Makasih yah sudah berkenan mampir
@ Ichanx
Mari kang kita bersahabat…
@ Mahfuzhoh
Ya…, hidup akan lebih indah dan tentram..
@ Kakanda
Iya…, komunikasi juga diperlukan untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya karena tak jarang prasangka itu ada karena ada faktor yang mendukungnya…
@ Bayu
Memang enggak mudah untuk melakukannya, karena Manusia kadang Merasa dirinyalah yang paling benar dan paling baik sehingga dia sibuk mencari kekurangan orang lain…,
@Mikekono
Makasih….
@ Putradi
Iya kang Ido….
PR apa yah??…..aku enggak ngerti….,tar aku kesana ja dech
September 24, 2008 at 1:45 am
berprasangka buruk hanya menyiksa diri, dan mempersempit cakrawala, lihatlah rahmat Allah yang sangat luas kepada semua makhluknya, baru berniat baik dan berprasangka baik sudah dapat pahala.
September 24, 2008 at 1:18 pm
Makasih sudah mampir….
September 24, 2008 at 3:53 pm
gile fasih banget..
yup !! mari kita galang kebersamaan
September 25, 2008 at 2:40 am
Hi Ve’ …
saya menulis hal yang serupa mengenai Prasangka ini
di sini …
http://theordinarytrainer.wordpress.com/2008/09/04/prasangka/
(kok sama ya …)
hehehe
salam saya
September 25, 2008 at 5:03 am
@ d3n5
Ayo….
@ nh18
emmm….., Ko bisa sama yah….??
aku mau kesana yah…..
September 25, 2008 at 2:32 pm
kebersamaan itu indah…wowww… hidup ini nggak akan indah klu kita nggak ada kebersamaan… tul nggak??
September 25, 2008 at 2:52 pm
Betul banget…..
Makasih yah sudah mampir…